Hello

Widget Animasi
Cute Black Pencil

Senin, 27 April 2015

Nalar Sensasi Seni



Pada tanggal 9-23 April 2015, Galeri Nasional Indonesia mengadakan Pameran Seni Rupa Karya Mahasiswa Indonesia 2015 dengan tema “Nala­r | Sensasi | Seni” yang dinilai oleh tim Kurator : Citra Smara Dewi, Rizki A.Zaelani, dan Suwarno Wisetrotomo. Dari keseluruhan aplikasi tersebut terpilih 105 karya (patung, lukisan, seni keramik, fotografi, seni batik, mural, video art, seni instalasi)



 "Membajak Langit 

100 x 85 cm

Mix Media (Wood. Acrylic on Canvas)

2015
Buana Artian

Universitas Pendidikan Indonesia

Jawa Barat


Lukisan ini terdapat dominan warna biru dan kuning dengan kayu diatas lukisan, kayu itu menggambarkan alat pembajak. Warna biru sebagai langit, kuning bagaikan tanaman padi yang tumbuh dan siap untuk dipanen para petani. Ini merupakan hasil dari kerja keras petani selama berbulan-bulan, tetapi adanya alat pembajak dilangit menjadikan langit tidak nampak indah. Begitu juga di Indonesia, banyak orang yang bertani dan dikenal sebagai penghasil beras yang baik tapi anehnya di Indonesia terjadi kelangkaan beras. Apa yang terjadi? Sungguh ironis.



"Seandainya"

Acrylic on acrylic glass

20x20 cm (10pcs)

2015

Ahmad Irianto

Institut Teknologi Bandung

Menurut saya lukisan ini unik & nyata karena jika dilihat dalam sekejap, akan nampak seperti binatang-binatang laut segar yang di awetkan dan dimasukkan kedalam kaca. Menggambarkan kerinduan terhadap kampung halaman dan tempat yang dikunjungi (pantai) atau bahkan makanan yang pernah dimakan.



"Terjadi Karena Ingatan"

Keramik bergalir teknik pinc, pilin

Suhu bakar 1180c

5 pieces 28x24x22cm & 18x13x10cm

2014

Dwi Fajarintaka

Institute Seni Indonesia Yogyakarta

Seni keramik berbentuk hewan laut ini bagaikan hewan-hewan yang meminta keadilan kepada manusia. Karena manusia tidak pernah memikirkan nasib hewan yang sudah dijadikan korban oleh para Manusia Haus Kekuasaan. Jika hewan memiliki akal & kesempatan untuk membalas pasti manusia akan habis oleh geramnya hewan-hewan malang itu. "Jangan perlakukan kami seperti budakmu".


Dibawah Bajakan Langit